LIPI: Politik Identitas Bisa Diimbangi dengan Pendidikan Pemilih

Laporan:

JAKARTA, KABAR3.com - Pasca Pilkada DKI Jakarta, isu politik identitas kian merembak. Apalagi kontestasi demokrasi bakal terselenggara kembali pada Pilkada di 2018, Pileg dan Pilpres di 2019 nanti.

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Haris mengatakan bahwa politik identitas harus ditekan dengan cara memberikan pendidikan kepada pemilih.

"Pendidikan pemilih itu konteksnya untuk mengimbangi menguatnya politik identitas itu. Diharapkan nantinya hasilkan pemilih yang tidak tergoda yang menggunakan identitas asalnya dalam menentukan pilihan. Jadi pemilih akan lebih rasional," kata Syamsuddin di kantor LIPI, Jakarta, Rabu (3/5).

Lebih jauh, ia meminta kepada Pemerintah untuk memasukan pendidikan pemilih ini dalam kurikulum sekolah. Sehingga anak-anak usia dini bisa memiliki pondasi terhadap fanatisme sempit.

"Memang ini enggak bisa kerja pendek, pemerintah harus insert pendidikan politik dan kebangsaan lebih banyak ke kurikulum sekolah," tandasnya.


Berita Terkait

Leave a reply