Di Bawah Instruksi Presiden, Posisi Polri Dinilai Kurang Independen

Laporan:

JAKARTA, KABAR3.com - Profesionalisme polisi saat ini semakin dipertanyakan. Pasalnya, dalam menjalankan fungsinya menangani kasus ujaran kebencian, polisi tidak bisa berlaku independen.

Dalam penangannya, polisi dianggap sigap kalau menyangkut rezim penguasa, tapi kurang cekatan apabila menyangkut non penguasa atau orang-orang kecil.

Terkait hal itu, Pengamat Kepolisian, Bambang Widodo Umar, mengatakan independensi aparat kepolisian memang tergantung masalah struktural.

"Dalam arti, selama posisi Polri di bawah Presiden, dan tidak ada regulasi yang mengikat, (ada sanksi jika dilanggar) bagi kedua pihak, maka kemungkinan polisi tidak independen, dan masih akan terus terjadi," kata Bambang pada saat dihubungi, Selasa (30/5).

Lebih lanjut dikatakannya, dalam UU No 2/2002 tentang Polri, hanya diatur bahwa anggota polisi tidak boleh ikut aktif dalam politik praktis. 

Berita Terkait

Leave a reply