Supiadin, Pengawal Hak dan Kesejahteraan Prajurit TNI

Laporan:

Pada 2010 ia pensiun dari TNI, dengan jabatan terakhir adalah Asisten Operasi Panglima TNI. Dimana sebelumnya ia sudah 38 tahun mengalami hidup di TNI, yang dimulai dari jabatan komandan peleton di Batalyon Infanteri 743/Pradnya Samapta Yudha yang paling rendah. Kemudian komandan Kompi, di batalyon, komandan kodim, komandan korem, Asisten operasi di kodam, jadi Kasdam. 

Kemudian juga ia sempat menjadi Wakil Asisten Teritorial KASAD. Setelah itu ia dimutasikan sebagai Pangdam Bali pada 2003-2005 pada waktu pasca bom Bali 1. Kemudian pada 2005 ia ditugaskan menjadi Pangdam di Aceh sampai dengan 2008. Terakhir 2008-2010 sebagai Asisten Operasi Panglima TNI. 

Berawal dari pengalaman selama di TNI, ia setiap hari banyak bergaul dengan masalah-masalah politik. Menurutnya, bagaimana prajurit TNI ini mengamankan pemilu, itu sudah politik. Sebab politik itu sebenarnya melihat prilaku masyarakat terkait dengan keinginan.

Setelah pensiun dari TNI pada 2010, dan satu tahun kemudian, pada 2011 ia mendapat tawaran diminta untuk masuk ke partai Nasdem. 

Ia masuk ke partai hanya ingin menjadi pengurus saja, dan semacam aktor intelektual disitu, atau pengamat politik, jadi tidak ada niatan keinginan menjadi wakil rakyat di Senayan. 

Berita Terkait

Leave a reply