Rahayu Saraswati, Mandat Tuhan dan Misi Kemanusiaan

Laporan:

KABAR3.com - Menjadi politikus elit yang duduk di Senayan bukanlah impian seorang Rahayu Saraswati. Wanita kelahiran tahun 1986 ini bahkan mengaku tak menginginkan jabatan tersebut. Namun Sara, panggilan akrabnya, tak bisa menolak manakala Tuhan sudah mengatur garis hidupnya.

Ya, keponakan Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dulunya dikenal sebagai sosok aktris. Sejak 2009 hingga 2011 silam, Sara aktif membintangi sejumlah film layar lebar. Mulai dari trilogi Merah Putih, Dream Obama hingga Gunung Emas Almayer. Selain itu, ia memulai bisnis usaha EO dan PH di bidang film yang kini berkembang ke film internasional. Hingga tahun 2013, ia aktif sebagai co-host talk show Talk Indonesia bersama Dalton Tanonaka di stasiun Metro TV.

Wanita yang kini membidangi Komisi VIII DPR ini bercerita, ia tertarik berperang melawan kejahatan perdagangan orang sejak tahun 2013. Nalurinya tergugah kala menyaksikan fenomena manusia diperdagangkan.

Tak simpati belaka, Sara tergerak hatinya untuk mendirikan sebuah yayasan 'Parinama Astha'. Yayasan ini ia dirikan demi menumbuhkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai isu perdagangan manusia, khususnya di kalangan anak-anak. 

Masih teringat dalam benaknya, sang kakak dan para sepupunya mendorong dirinya untuk berjuang menjadi anggota legislatif pada Januari 2013 silam. Hingga akhirnya, berbekal keberanian, Sara memutuskan untuk berjuang memutus rantai kejahatan tersebut melalui jalan politik praktis. 

Berita Terkait

Leave a reply