Sodik Mudjahid ; Perjalanan Hidup Seorang Aktivis dan Anak Guru

Laporan:

KABAR3.com - Dr. Ir. H. D. Sodik Mudjahid, M.Sc. atau sering dipanggil Kang Sodik adalah seorang aktivis. Ia lahir dari keluarga "pergerakan". Ayahnya, (alm) KH. Hasbullah Hafidzi, adalah seorang ulama, guru dan tokoh Syarikat Islam (SI) yang mengajarkannya semangat keislaman dan kebangsaan. Demikian pula sang ibu, H. Dedeh Ruyati, adalah seorang guru dan aktivis pergerakan wanita di Syarikat Islam dan Aisiyah. 

Kang Sodik bertutur, dari ayahnyalah ia mendapat pendidikan Islam yang dalam dan luas, tentang al-Qur'an dan khususnya semangat perjuangan bagi Islam, bangsa dan negara. Sejak SD ia sudah terpilih menjadi KM (Ketua Murid) dan aktif berorganisasi di Pelajar Islam Indonesia (PII) sampai menjadi Sekretaris PII Jawa Barat. Untuk latihan disiplin dan kemandirian, Kang Sodik, seperti juga semua kakak dan adiknya, sejak SD menjadi anggota pramuka di ITB dan dan kelak ia menjadi Pembina pramuka Gudep STKS dan Gudep Darul Hikam. 

Dalam organisasi extra kurikuler kemahasiswaan, ia pernah menjabat Sekretaris Lembaga Dakwah HMI Cabang Bandung. Dalam kegiatan kemahasiswaan didalam kampus zaman orde baru, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Senat Mahasiswa Faperta Unpad. Karir aktifitas kemahasiswaaanya berakhir pada tugas dan posisi tersebut. Karena ia termasuk 10 lulusan tercepat menyelesaikan studi diantara rekan seangkatannya. Ia harus segera meninggalkan kampus setelah mengikuti wisuda tahun 1980.

Setelah itu ia memutuskan untuk bekerja di sebuah kantor konsultan perencanaan pembangunan nasional yang bekerjasama denga konsultan international, untuk melaksanakan pembangunan di berbagai pelosok Nusantara. Jabatan terakhirnya adalah sebagai Direktur Perencanaan.

Tahun 1995 ia memutuskan berhenti dari pekerjaan tersebut. Kemudian menjadi pengajar di Institut Manajemen, Koperasi Indonesia (IKOPIN) di Jatinangor. Mata kuliah yang dibinanya adalah mata kuliah metode kuantitatif, metodologi riset dan ekonomi syariah. 

Berita Terkait

Leave a reply