Sodik Mudjahid ; Perjalanan Hidup Seorang Aktivis dan Anak Guru

Laporan:

Setelah menyelesaikan program magister dalam bidang bisnis di Bandung dan Netherland, ia menyelesaikan program doctoral di Sekolah Pasca Sarjana, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan spesialisasi total quality management untuk lembaga pendidikan. Hal ini sejalan  dengan aktifitas utamanya saat ini yakni, memimpin sebuah lembaga pendidikan Islam terkemuka di Bandung yakni Perguruan Darul Hikam yang mengelola TK, SD, SMP, SMU, Darul Hikam International School dan Pesantren.

Dalam bidang pendidikan inilah ia gigih mengaplikasikan pendidikan “berakhlak berprestasi”, yang kemudian dalam tahun 2009, menjadi konsep pendidikan karakter untuk pendidikan nasional Indonesia. Di sekolah, inilah Kang Sodik menggembleng akhlak dan soft skill ketiga putri hasil pernikahannya dengan Hj. Yani Mulyani. Alhamdulillah, semua putrinya berhasil lulus dari ITB bahkan dua diantaranya berhasil lulus dengan Cum Laude dan sekarang mereka sudah berkeluarga dan bekerja.

Bidang pendidikan semakin menjadi perhatian Kang Sodik Mudjahid. Selama dua periode ia menjadi salah seorang pimpinan di Dewan Pendidikan Kota Bandung. Untuk turut menjaga mutu pendidikan sekolah dan madrasah, dua periode itulah ia dipercaya menjadi anggota Badan Akreditasi Sekolah dan Madrasah (BAP) Jawa barat. 

Komitmennya untuk meningkatkan mutu sekolah-sekolah swasta, membuat ia dipercaya menjadi penasihat Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bandung. Sementara itu kepeduliannya terhadap peran dan nasib  guru honorer membuat Kang Sodik dipercaya menjadi salah seorang Pembina Forum Guru Honorer dan Penasehat Fagi (Forum Aksi Guru) Jabar.

Kecintaaanya kepada pendidikan anak usia dini, membuat kang sodik dipercaya menjadi Pembina Himpaudi kecamatan Coblong dan Jawa Barat. Aktifitas dalam bidang pendidikan tersebut, karena keyakinan dan tekad Kang Sodik untuk meningkatkan mutu bangsa, walau harus menempuhnya dalam jangka panjang.

Berita Terkait

Leave a reply