PP Muhammadiyah : Pemikiran Islam Bung Karno Lebih-lebih dari Muhammadiyah

Laporan:

JAKARTA, KABAR3.com - Presiden pertama RI, Soekarno, dikenal sebagai sosok revolusioner yang anti kejumudan, atau mandek dalam berpikir. Hal itu diungkapkan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti.

"Bagi Soekarno, Islam sebagai agama telah selesai, tapi pemahaman kepada Islam belum selesai. Dan yang dimaksud Soekarno adalah, bagaimana pemahaman kita kepada agama itu harus 'direfresh'," kata Mu'ti dalam diskusi bertema 'Ngaji Bareng Bung Karno' di Megawati Institute, Jakarta, Senin petang (12/6).

Ia menjelaskan, Soekarno sangat menjunjung tinggi pemikiran agama Islam. Terbukti, ayahanda Megawati Soekarnoputri ini tidak memiliki teori yang kaitannya dengan agama Islam. Tapi, tanpa diduga ia pernah memunculkan teori itu kepada anak angkatnya, Ratna Djuami 

"Ketika panci milik Ratna dijilat anjing, Soekarno bilang cuci dengan sabun. Namun, Ratna menjawab bahwa jaman nabi gunakan tanah," ucap Mu'ti.

Mu'ti menegaskan lagi, sejatinya Soekarno sudah berpikir moderat saat itu. Ia menilai agama Islam sudah selesai tanpa perdebatan, namun pola memahami tafsirannya yang harus dikembangkan.

Berita Terkait

Leave a reply