Terkait Full Day School

Ketum PBNU: Anak-Anak Petani, Nelayan Tak Akan Bisa Bantu Orangtuanya

Laporan:

Kabar3.com, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) benar-benar diselimuti kekhawatiran jika kebijakan Kemendikbud tentang sekolah delapan jam sehari dalam lima hari (Full Day School) dilaksanakan. Karena itu, PBNU bersikap keras menentang kebijakan tersebut.

Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siradj kebijakan sekolah delapan jam sehari dalam lima hari akan berdampak buruk buat banyak lembaga pendidikan nonformal.

"Karena itu, PBNU menolak keras full day school lima hari sekolah delapan jam sehari," kata Said dalam jumpa pers di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (15/6).

Lebih lanjut dijelaskan, penguatan pendidikan karakter tidak sejalan dengan penambahan jam belajar menjadi delapan jam sehari. Dengan kata lain, sekolah seharian itu tidak cocok jika dikaitkan dengan penguatan karakter siswa lewat pendidikan.

Saat ini, lanjut Kang Said-sapa Kiai Said-menunjukkan banyak sekolah belum siap menerapkan full day school seperti terkait fasilitas penunjang. "Penerapan lima hari belajar, ada asumsi anak kota terjerumus dalam pergaulan tidak baik itu tidak sepenuhnya benar. Kenyataannya tidak semua anak meninggalkan kultur agama," tuturnya.

Berita Terkait

Leave a reply