Ngotot Realiasikan FDS, Hery Haryanto: Patut Dicurigai Mendikbud Punya Agenda Sendiri

Laporan:

Kabar3.com, Jakarta - Desakan sejumlah kalangan agar kebijakan terkait Full Day School (FDS) dicabut belum menuai hasil. Ya, sejuah ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy masih bergeming dan tetap ingin merealisasikan kebijakan sekolah delapan jam sehari lima hari tersebut.

Tetapi penolakan terhadap kebijakan Mendikbud itu belum berhenti, justru semakin kencang. Kali ini giliran Majelis Dzikir Hubbul
Wathon yang menyatakan menolak FDS. Menurut Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat (PP) Majelis Dzikir Hubbul Wathon Hery Haryanto Azumi, kebijakan itu akan berdampak pada tatanan pendidikan kultural yang selama ini sudah terbangun. Misalnya, Madrasah Diniyah yang sudah bertahun-tahun jadi saranan pendidikan agama bagi anak-anak warga Nahdlatul Ulama (NU).

"Wajar jika NU begitu keras menolak kebijakan Full Day School ini. Karena Madrasah Diniyah milik NU akan lenyap. Padahal Madrasah Diniyah sudah terbukti efektif sebagai institusi pembentuk dan menjaga karakter bangsa Indonesia," tandas Hery Haryanto Azumi yang juga Wasekjen PBNU, di Jakarta, Sabtu (17/6).

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengatakan pihaknya menolak keras kebijakan Mendikbud terkait sekolah delapan jam
selama lima hari. Menurutnya, Kiai Said, negara perlu mengonfirmasi usaha pembentukan karakter masyarakat. 

Lebih lanjut dikatakan, pendidikan karakter termasuk dalam program Nawacita Presiden Joko Widodo. Harus selaras dengan local wisdom
yang tumbuh sesuai dengan kultur di masyarakat, sehingga tidak menimbulkan gejolak.

Berita Terkait

Leave a reply