Polisi Tolak Jemput Miryam, IPW : Hormati Kewenangan Polri

Laporan:

JAKARTA, KABAR3.com - Indonesia Police Wacth (IPW) mengatakan Sikap Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang menolak permintaan Panitia Hak Angket DPR untuk menjemput paksa Miryam langkah yang tepat yang harus dihargai semua pihak. IPW menilai ada tiga poin yang patut dicermati dari sikap penolakan kapolri tersebut.  

Pertama, Kapolri ingin menjaga independensi Polri dan menghindari Polri menjadi alat politik dari kepentingan politik tertentu.

"Dengan penolakan itu Kapolri sepertinya ingin memberi kesadaran kepada kalangan legislatif bahwa Polri adalah aparat atau alat penegakan hukum dan bukan alat politik para politisi di DPR," ungkap Ketua Presidium IPW, Neta S Pane dalam keterangan rilisnya kepada, Kabar3.com.

Kedua, dari penolakan itu terlihat bahwa Kapolri tidak ingin institusinya, Polri dibenturkan para politisi di DPR dengan KPK. Sebab antara Polri dan KPK punya misi yang sama dalam hal pemberantasan korupsi di negeri ini, sementara kasus korupsi dalam proyek e-KTP diduga melibatkan banyak politisi yang harus ditindak KPK satu persatu.

Ketiga, penolakan Kapolri itu sesuai koridor undang undang. Sebab undang undang tidak mengatur bahwa Polri harus memenuhi permintaan Panitia Hak Angket DPR.

Berita Terkait

Leave a reply