Kebijakan 5 Hari Sekolah, Apa Tujuannya? Mengapa Ada Penolakan Keras?

Oleh:

Jakarta, Kabar3.com - Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) telah mengimplementasikan kebijakan delapan jam belajar dengan lima hari sekolah di tahun ajaran baru ini. Akan tetapi, Apa tujuan pemberlakuan kebijakan yang sempat menimbulkan pro dan kontra ini?

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menerangkan, bahwa kebijakan ini merupakan bentuk dari program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), yang mengutamakan lima nilai utama, yaitu religius, nasionalis, gotong royong, mandiri dan integritas.

Lebih lanjut Muhadjir menuturkan, bahwa penguatan karakter tersebut bukan berarti siswa akan belajar selama delapan jam di kelas. Siswa akan lebih didorong untuk melakukan aktifitas yang menumbuhkan budi pekerti, serta keterampilan yang dapat membantunya meraih kesuksesan di masa kini dan yang akan datang.

"Proporsinya lebih banyak ke pembentukan karakter, sekitar 70 persen. Dan sisa 30 persennya pengetahuan," ungkapnya.

Dalam program ini, guru juga dituntut turut aktif dalam pembentukan karakter siswanya. Dalam lima hari kerja, guru harus memenuhi 40 jam kerja. Aktivitasnya tentu tidak hanya selalu tatap muka di kelas, melainkan juga tugas-tugas di luar sekolah yang bertujuan untuk mengembangkan karakter siswa.

Berita Terkait

Leave a reply