Embrio Politik dalam satu meja makan

Laporan:

Jakarta, Kabar3.com - Potensi pemuda sebagai embrio bangsa perlu disalurkan ke wadah yang tepat, sehingga menjadi satu paduan yang ideal, dan potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal. Pertemuan antara Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Gibran Mangkubumi menjadi contohnya. 

Pertemuan anak presiden dan mantan presiden ini menjadi daya tarik tersendiri, terlepas kunjungan AHY untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Perbedaan gaya pembawaan pun dinilai mewakili karakter masing-masing sebagai kaum muda bangsa.

AHY yang datang menggunakan batik dan sepatu pantofel terlihat sebagai kaum muda penerus yang sudah mapan dan siap untuk meneruskan tongkat estafet kepemimpinan. Sementara Gibran yang menggunakan baju casual terlihat sebagai seorang yang punya ide-ide kreatif untuk memajukan bangsa lewat cara lain.

"Tadi spontan saja. Ada tamu spesial, Mas Agus. Dari dulu kan saya ingin ketemu. Saya izin ke Bapak, 'Pak, boleh gabung tidak?' Boleh, ya saya langsung lari ke Istana," ujar Gibran usai mendampingi Presiden Jokowi menerima AHY, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

Ada kejadian tak terduga dalam pertemuan embrio pemimpin bangsa ini. Gibran menyambut AHY dengan menyajikan hidangan spesial buatannya sendiri, yakni bubur lemu dan gudeg sebagai hidangan makan siang bagi ketiganya.

Leave a reply