Ketua PBNU: 10 Tahun Lagi Jangan Sampai BNPT Sibuk

Laporan:

Jakarta, Kabar3.com - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Marsyudi Syuhud menghimbau pemerintah agar tidak mematikan Madrasah Diniyah. Hal ini terkait dengan kebijakan lima hari sekolah yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Jika Madrasah Diniyah yang jumlahnya mencapai sekitar 9.000 itu hilang, Marsyudi melihat adanya gangguan terhadap negara dikarenakan kurangnya pendidikan agama yang tertanam sejak dini.

Marsyudi menilai jika kebijakan lima hari sekolah ini tetap berjalan, maka ada kemungkinan dalam sepuluh tahun mendatang anak-anak yang dinilainya tidak mendapatkan pendidikan agama di Madrasah Diniyah akan membuat sibuk Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) nantinya.

"Iya nanti sepuluh tahun lagi itu umur mereka 20, 22. Mereka lagi senang dengan agama. (jika kebijakan ini diteruskan maka) sudah tak diajari agama. Itu nanti yang sibuk BNPT," ungkapnya kepada Kabar3.com di Istana Merdeka, Kamis (17/8/2017).

Jika anak-anak saat ini belum ada kesempatan belajar agama di pesantren, maka pendidikan agama tersebut bisa didapat melalui Madrasah Diniyah. Lantas, Marsyudi turut mengecam kebijakan pemerintah yang menurutnya membuat anak sekolah menghabiskan waktu seharian di lingkungan sekolah.

Berita Terkait

Leave a reply