Proyek 35.000 Megawatt Harus DItunda

Laporan:

Jakarta, Kabar3.com - Rencana pemerintah bersama Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam mewujudkan proyek listrik 35.000 megawatt nampaknya harus ditunda.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Azam Asman Natawijana. Penundaan ini terjadi lantaran pertumbuhan ekonomi yang terus menunjukan penurunan, yang mengakibatkan tidak adanya peningkatan atas kebutuhan listrik.

"Tadi terkait dengan pertumbuhan ekonomi dulu waktu menentukan (proyek) 35.000 megawatt, ekonomi berpesat 36 persen, (pertumbuhan ekonomi) 7,7 sampai 8 persen. Namun pertumbuhan ekonomi saat ini 5 persen sehingga kebutuhan listrik tidak juga meningkat, khususnya Jawa," terangnya kepada Kabar3.com di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Selain itu bocornya surat Kementerian Keuangan mengenai utang PLN yang luar biasa besarnya juga disinyalir menjadi salah satu penyebab ditundanya proyek ini. Utang tersebut menyebabkan keuanagn perusahaan plat merah ini nyaris karam.

Belum lagi adanya surat dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan yang mengatakan bahwa pembangkit PLTU sudah terlalu banyak, dan tidak perlu ada penambahan. Hal ini tentunya juga turut membuat proyek 35.000 megawatt akan berkurang porsinya. Namun belum ada data yang jelas terkait besarannya.

Berita Terkait

Leave a reply