Wakil Ketua DPR RI: Kasus Setnov untuk Perebutan 14,3 Persen Suara Golkar

Laporan:

Jakarta, Kabar3.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyatakan bahwa kasus KTP elektronik yang kembali menyeret Ketua DPR RI Setya Novanto sudah mengarah kepada kasus politik, bukan lagi mengarah kepada kasus hukum.

Fahri juga mengatakan bahwa kerugian yang disebabkan dalam kasus ini, yang disebut sebesar Rp 2,3 triliun jelas sudah dibantah oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan juga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Kasus ini saya rasa sudah mengarah ke ranah politik ya. Saya lihat kasus ini mengarah kepada perebutan tiket 2019. Ini adalah perebutan 14,3 persen suara Golkar. Dan KPK ada dalam deal besar untuk merebut tiket Golkar itu. Saya makin yakin akan hal itu karena buktinya nggak ada. Fakta hukumnya nggak ada,” Ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (13/11/2017).

Ia menambahkan bahwa saat ini lembaga independen KPK adalah produsen dari kekacauan hukum, produsen dari manipulasi dalam tradisi hukum Indonesia.

“Saya dengan tegas berani bilang begitu karna memang omongannya ini karangan-karangan yang tidak ada dasar validnya dalam hukum. Sekarang kan akhirnya bikin ribut sana-sini lagi kan,” ungkapnya.

Berita Terkait

Leave a reply