Inilah Alasan Proyek Infrastruktur Tidak Menggunakan Industri Semen Milik BUMN

Laporan:

"Harus fair. Regulasi terkait soal itu harusnya lebih berpihak pada kepentingan nasional. Kita mampu berkompetisi dengan siapapun termasuk dengan asing. Namun, demikian kita hanya minta agar aturan yang diterapkan terhadap kita, harusnya diterapkan juga pada kompetitor dari luar kita (asing). Biar fair. Saya kira itu yang harus jadi konsen kita bersama," cetusnya.

Adapun kalau berbicara soal kualitas, kata dia, produk semen milik BUMN sangat berkualitas dan tak kalah dengan kualitas produk asing.

"Semen kita sangat berkualitas kok, bagus. Namun, yang jadi persoalan kan, ketika semen kita bagus belum tentu juga bisa dipakai untuk proyek-proyek infrastruktur. Misalnya, semen kita bagus kualitasnya tapi kalau harganya lebih mahal dari semen milik asing, ya gak mungkin juga dibeli," ujarnya.

Beliau juga memaparkan, kalau pihak proyek membeli semen yang lebih mahal, bisa kena tuduhan memperkaya orang lain.

"Nanti pihak proyek bisa diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kenapa membeli semen yang lebih mahal? Pihak Proyek bisa kena tuduhan memperkaya orang lain kalau ternyata membeli semen milik BUMN lebih mahal tapi menang tender, misalnya," sambungnya.

Berita Terkait

Leave a reply