MKD Fokus Tangani Laporan Dugaan Pelanggaran Kode Etik Setya Novanto

Laporan:

Jakarta Kabar3.com - Ketua DPR RI, Setya Novanto resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari Minggu (19/11/2017). Banyak pihak dan kalangan yang mendesak Novanto agar mundur dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Tersebut.

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, bahwa pihaknya masih fokus terlebih dahulu dalam menangani laporan dugaan pelanggaran kode etik yang diduga dilakukan oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar tersebut.

"Nah inikan ada laporan, kan ini hal yang beda. Ada lagi laporan lain tentang dugaan pelanggaran kode etik, karena mencemarkan lembaga DPR lalu tidak bisa melaksanakan sumpah dan janji jabatan karena tidak bisa melaksanakan tugas, sehubungan dengan ditahan,” ujar Dasco dalam keterangan pers di ruang MKD, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Menanggapi desakan dari berbagai pihak, Dasco menjelaskan bahwa memang, yang bersangkutan dalam hal ini Setya Novanto, baru bisa diberhentikan sebagai Ketua DPR apabila kasusnya sudah inkrah secara hukum sesuai UU MD3. Akan tetapi ada laporan dugaan pelanggaran etik tersebutlah yang membuat MKD harus memverifikasikan perkara dugaan yang dilaporkan ini dengan acara konsultasi dengan fraksi-fraksi di DPR.

“Tapi, dengan adanya laporan dugaan pelanggaran kode etik yang lain, ini kan kita lagi tindak lanjuti juga. Sehingga tadinya kita mau memverifikasikan perkara dugaan yang dilaporkan ini dengan acara konsultasi dengan fraksi-fraksi”, tandasnya.


Berita Terkait

Leave a reply