Gerindra (Sedang) Naik Kelas

Kemarin juga muncul kabar mengejutkan. Azwar Anas mundur dari pencalonan. Foto seronok menjadi pemicu dia balik kanan dari pertempuran. Gerindra kembali dikait-kaitkan. Dihembuskan isu miring bahwa salah satu istri kader Gerindra ikut berperan. Padahal Gerindra sama sekali tidak memiliki kepentingan. Terlebih cara yang dilakukan bertentangan dengan nilai-nilai perjuangan.

Tak cukup di situ, Gerindra kembali diterpa ujian. Kali ini datang dari seseorang yang ingin memburu kekuasaan tapi gagal menyusun kekuatan. Dia menuding Gerindra mata duitan. Dia mengaku dipalak miliaran. Bermodal amarah mereka membuat kegaduhan.

Sayang segala tuduhan dimentahkan hanya dalam satu hari. Ridwan Kamil bersaksi, Sudrajat bersaksi, begitu juga dengan Edy Rahmayadi. Secara tegas mereka katakan, Gerindra tak pernah meminta mahar untuk menghadapi kompetisi demokrasi. Sudirman Said, Anies-Sandi hingga Jokowi-Basuki juga layak dijadikan bukti. Gerindra bukan partai yang doyan melelang kursi.

Gerindra pernah mengusulkan kepala daerah dipilih DPRD saja. Gerindra sangat keras bersuara president treshold 0 persen saja. Semua itu dilakukan demi mengikis transaksi politik uang yang kian menggila. Belum lagi intervensi dari pihak ketiga yang memiliki sederet agenda. Sayang Gerindra kalah suara. Padahal itu amanat dari Pancasila dan UUD 45.

Ya, untuk kesekian kalinya Gerindra sedang diuji. Tak perlu baper menyikapi semua ini. Apa yang sedang terjadi adalah jalan untuk menuju posisi yang lebih tinggi. Jadikan ini sebagai momen evaluasi. Jadikan ini sebagai ajang konsolidasi. Satukan tekad dan kuatkan hati. Kemenangan tinggal menunggu hari.

Berita Terkait

Leave a reply