Firman Soebagyo Kecam Keras Impor 500.000 Ton Beras Oleh Kemendag

Oleh:

Lebih lanjut Firman menilai, impor tersebut sangatlah janggal, karena impor beras harusnya merujuk pada UU pangan. Bilamana produk atau stok nasional tidak tercukupi, maka barulah keran impor tersebut dibuka. Itu pun harus mendapat rekomendasi dari Kementerian Pertanian.

"Saya juga melakukan klarifikasi ke Mentan, apakah benar terjadi kekurangan stok. Dan pernyataan Kementan bahwa stok pangan nasional lebih dari cukup, bahkan pada Januari dan puncaknya Februari akan terjadi panen raya di wilayah tertentu," bebernya.

Tak hanya itu, kejanggalan lain kata Firman, adalah kebijakan tersebut diambil setelah diadakannya rapat dengan para pelaku dagang. Seharusnya yang benar, Menang harus berkomunikasi dengan Mentan, bukan dengan pelaku dagang.

"Padahal semua kita tahu bahwa mafia pangan selama ini adalah mereka-mereka juga," cetus Firman.

Dirinya mengingatkan bahwa pada tahun politik ini, harus lebih waspada terhadap sebuah kebijakan. Karena besar potensi untuk dijadikan far reacesing untuk kepentingan tertentu.

Berita Terkait

Leave a reply