Ketua Kaukus Nuklir Parlemen Kurtubi Apresiasi Langkah Presiden Perancis Hapus PLTU

Jakarta, Kabar3.com - Ketua Kaukus Nuklir Parlemen, Kurtubi Menyambut baik keputusan Presiden Perancis yang akan menutup semua Pembangkit Listrik tenaga Uap (PLTU) di Perancis dalam tiga tahun ini, dan terus mendorong pemakaian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dan energi  terbarukan yang bersih serta bebas dari CO2, Nox dan debu.

“PLTU batubara tidak sejalan dengan Paris Agreement dalam mengendalikan perubahan iklim dan menuju udara yang lebih bersih dari proses produksi listrik dunia,” Terang Kurtubi, yang merupakan Anggota Komisi VII DPR RI, kepada Kabar3.com melalui pesan elektronik, Jakarta, Minggu (28/1/2018).

Pada waktu lalu, Indonesia telah meratifikasi persetujuan Paris menjadi Undang – undang, dimana pollutan sebagai hasil sampinngan PLTU Batubara dapat meningkatkan suhu bumi serta mengganggu kesehatan karena udara yang tercemar.  Tahun 2017, China telah membatalkan semua pembangunan 104 Unit PLTU, sebagai ganti, membangun pembangkit listrik yang bersih dan ramah lingkungan, yakni PLTN dan PLT Energi Terbarukan.

“Di Indonesia arah kebijakan energinya malah cenderung terbalik. Yang dibangun besar - besaran dalam Program 35.000 Megawatt (MW) misalnya, justru PLTU, dan lebih menguatirkan lagi, lokasi PLTU dengan kapasitas yang besar-besar justru dibangun di pulau Jawa, yang pembangkit listriknya sebagian besar sudah dari batubara,” Jelas Politisi Nasdem itu.

Lanjutnya, Kurtubi menyayangkan bahwa PLT Energi Terbarukan, seperti panas Bumi, Tenaga surya, bayu, Biogas, Biomas, hydro dan Mikro Hydro, masih memiliki porsi yang kecil disbanding PLTU yang porsinya jauh lebih banyak. Kecilnya porsi PLT energy terbarukan juga terkendala oleh PP No. 75 / Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang menempatkan PLTN sebagai opsi terakhir.

Berita Terkait

Leave a reply