Peran Swasta Diperlukan dalam Pengembangan Riset dan Penelitian Nasional

Laporan:

Jakarta, Kabar3.com - Pengembangan ilmu dan teknologi nasional akan semakin maju jika didukung oleh riset dan penelitian yang mumpuni.

Ironisnya, kegiatan riset dan penelitian di Indonesia hingga saat ini masih belum menjadi hal yang dianggap penting. Bahkan, dana riset di Indonesia adalah paling kecil dibanding negara-negara ASEAN lainnya.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya Widya Yudha dalam Focus Group Discussion (FGD) tentang 'Hilirasasi Inovasi Hasil Riset untuk Industri & Jasa' yang diselenggarakan dalam rangka HUT ke-50 Fraksi Partai Golkar, di press room DPR RI, Senin (12/2/2018).

“Sayangnya, di Indonesia pengembangan riset dan penelitian belum mendapat tempat prioritas. Ini terendah di negara-negara ASEAN. Kecilnya dana riset ini, tidak memiliki daya dorong untuk menghasilkan IPTEK mendukung Innovation Driven Economy (IDE),” beber Satya yang juga Ketua Dewan Pakar IKA ITS ini.

Disebutkan, dana riset Indonesia hanya 0,08 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Tentu sangat kecil dibandingkan China yang mencapai 1,5 persen dan Korea 3,4 persen dari PDB. Bahkan, 80 persen dana riset dan penelitian masih bertumpu pada pembiyaan APBN.

Berita Terkait

Leave a reply