Peran Swasta Diperlukan dalam Pengembangan Riset dan Penelitian Nasional

Laporan:

Kita perlu mendorong keterlibatan swasta dalam riset dan penelitian sebagai prasyarat dukungan tercapainya IDE. Berbeda dengan Korea, di mana 80 persen risetnya didanai dan dilaksanakan oleh swasta, terutama industri.

“Riset harus menjadi penopang sektor strategis nasional. Tidak bisa bertumpu lagi hanya pada pembiayaan APBN. Idealnya, swasta harus lebih banyak terlibat dalam riset. Dana riset kita tahun 2017 hanya Rp 24 triliun (APBN dan swasta). Bandingkan dengan Malaysia, 52 persen dana riset dari swasta. Yang, penting harus menghilangkan ego-sektoral,” tandas Satya, anggota DPR dari Dapil Jatim IX ini.

Sementara itu, Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristek RI, Jumain Appe yang juga menjadi pembicara FGD menyampaikan, riset dan penelitian harus menjadi basis pengembangan Iptek di masa depan dengan melibatkan semua stakeholder, termasuk swasta.

“Semua proses penelitian harus mengarah ke proses hilirisasi, harus ada implementasi dalam penelitian. Diperlukan sinkronisasi lintas sektoral mengingat posisi strategis riset yang menyentuh secara langsung setiap sektor pembangunan nasional,” papar Jumain.

Ia berharap dukungan dari Komisi VII DPR RI dalam rangka hak budgeting untuk memperbesar porsi anggaran riset dan penelitian dalam APBN. Selain itu, juga mendorong peran serta industri dalam mengembangan hilirisasi riset dan penelitian di sektor-sektor strategis nasional.


Berita Terkait

Leave a reply