Koalisi Tiga Partai Ini Merupakan Harapan Terakhir untuk Lahirnya Presiden Baru

Laporan:

Jakarta, Kabar3.com - Pro-Kontra mewarnai penilaian rezim saat ini yang dimana masing-masing kalangan punya data dalam menilai rezim saat ini. Rasionalitas dan sikap emosional terlibat ikut meramaikan diskusi soal sukses-gagalnya Presiden Jokowi.

Namun, Tony Rosyid selaku Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa menilai sebagian masyarakat memang menginginkan Pemimpin Baru. Hal ini terkait dengan ekonomi makin sulit, harga barang-barang naik, pekerjaan susah. Hingga situasi yang semakin tidak kondusif.

“Keluh kesah dan rasa kecewa sebagian rakyat tentu bisa dipahami. Karena hal-hal tersebut menemukan rasionalisnya bila kita merujuk pada sejumlah data survey yang ada,” cetus Tony kepada awak media, Jum’at (23/2/2018).

LSI misalnya, Tony menjabarkan dalam survei terkait isu besar seperti ekonomi, agama, dan pekerja asing, diperoleh data: harga kebutuhan pokok makin mahal (52,6 persen), lapangan pekerjaan makin sulit (54 persen), tingkat pengangguran bertambah (48 persen).

Disamping faktor ekonomi, 58,3 persen rakyat Indonesia mempersoalkan semakin rapuhnya kedaulatan negara dengan banjirnya tenaga asing. Ditambah isu agama yang terus muncul. Pemerintah dianggap tidak berpihak kepada umat Islam yang menjadi penduduk mayoritas.

Berita Terkait

Leave a reply