NCID : Dukungan Jokowi Menguat, Untuk Melanggengkan Politik Transaksional ?

Jakarta, Kabar3.com -  Perbicangan hangat yang terjadi di acara Indonesia Lawyers Club mengenai “Jokowi Kian Menguat ?, banyak menjadi perhatian publik. Pasalnya, kian menguatnya Jokowi ini dipastikah soal tercukupinya syarat presidential threshold melebihi 20%, dan bahkan para partai pengusung Jokowi berbondong-bondong memberikan statement seragam dengan mengatakan, bahwa partai pendukung Jokowi sebagai Capres 2019 tanpa syarat. Hal tersebut justru membuat publik mempertanyakan pertanggung jawaban tersebut, karena faktanya pernyataan tersebut bertolak belakang dengan realitas saat ini. Menurut Direktur Eksekutif Nurajaman Center For Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman, Rabu (28/2)

Banyaknya partai-partai pendukung Jokowi seperti Golkar, Nasdem, PDIP, PPP, Hanura dan PKPI, bukan sebab tanpa syarat. melainkan  para partai dan relawan yang mendukung Jokowi. Justru mendapat kenikmatan politik bersyarat, seperti dapatnya bagian kue kekuasaan para partai penguasa, jatah menteri, Kepala Staft Kepresidenan dan bahkan menjadi dirut serta komisaris di BUMN, secara politik dapat diartikan partai pendukung dan relawan Jokowi menikmati posisi yang saat ini jadi bukan tanpa syarat akan tetapi bisa saja karena ingin mempertahankan jabatan yang sudah diterima.

“Publik sudah mengenal tradisi politik di Indonesia, karena perumpamaan tidak ada makan siang gratis. Hal semacam ini juga sudah tidak akan membuat publik terbuai dengan retorika politisi, karena trend ketidaksukaan Jokowi menaik disebabkan oleh tidak terealisasinya janji kampanye Jokowi, salah satunya pembentukan kebinet ramping dan tidak akan bagi-bagi jabatan”, Ujar Jajat Nurjaman dalam keterangannya kepada Kabar3.com

Jajat menambahkan,”Justru di era Jokowi ini tradisi kenegaraan dalam berpolitik mengalami kemunduran, karena baru kali ini ada Kejaksaan Agung dari parpol bahkan ketua DPD RI yang semestinya independen hari ini justru Ketua Umum partai politik, dan cara-cara seperti ini bukan sebuah prestasi yang selalu diagung-agungkan sebagai terobosan justru hal ini semakin memperkuat tradisi politik transaksional era demokrasi”,

“Publik justru hari ini mengapresiasi para partai yang ingin mengusung kadernya sendiri untuk mengikuti konstelasi Pemilihan Presiden, sebab dasar tersebutlah yang melandasi terbentuknya partai politik melahirkan kader-kader terbaik untuk menjadi pemimpin masa depan Indonesia”, tutup Jajat


Berita Terkait

Leave a reply