BPI : Jika Deklarasi Sebagai Capres 2019, Prabowo Akan Salip Elektabilitas Jokowi ?

Oleh:

Jakarta, Kabar3.com - Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha mengatakan, Pemilihan Presiden tahun 2019 semakin dekat dan saat ini para calon sudah mengerucut kepada dua nama dari berbagai survey yaitu nama Jokowi dan Prabowo Subianto. Hasil survey pun seperti Median, LSI Denny JA dan Indo barometer serta survey media sosial terbaru dari twitter RMOL.CO dengan jumlah votes 30.224 menginginkan Prabowo Subianto sebagai Presiden, artinya mayoritas publik menginginkan Presiden baru di tahun 2019, Senin (12/3)

“Survey dari beberapa lembaga ini menunjukkan kecenderungan masyarakat menginginkan Presiden Baru di tahun 2019, sepertinya hasil analisis dapat dibenarkan dan berbanding lurus dengan kebijakan yang dibuat Pemerintah Jokowi, dirasa tidak populis atau tidak  pro terhadap rakyat. Saat ini  hanya dua nama yang muncul yaitu Prabowo dan Jokowi,  tahun 2019 bisa saja Prabowo unggul atas Jokowi jika melihat trend sekarang”, tutur Panji dalam keterangan kepada Kabar3.com.

Panji menambahkan, Unggulnya Prabowo Subianto bukan hal yang mustahil ada beberapa indikator. Pertama, saat ini Prabowo Subianto bersama partai pendukungnya yaitu Gerindra, PKS dan PAN kemungkinan ada yang bergabung pula, belum mendeklarasikan Prabowo sebagai Capres. Kedua, trend popularitas Prabowo sekitar 92,5 % hanya terpaut 3% dari incumbent Jokowi yang mempunyai popularitas 95% ini menjadi modal sangat baik.

Ketiga, Prabowo belum melakukan kampanye secara massif dan bukan tidak mungkin ketika Prabowo turun gunung akan ada lonjakan kenaikan elektabilitas Prabowo Subianto, hal tersebut terbukti diberbagai Pilkada seperti Pilkada DKI Jakarta Anies Sandi menang telak,  dan keempat, secara historis pihak oposisi atau partai kontra pemerintah selalu unggul atas partai penguasa di setiap Pemilu, hal ini pula sangat menguntungkan Prabowo dengan Gerindra, PKS dan PAN untuk meraih konstituen seperti halnya PDIP pada pemilu lalu sebelum berkuasa saat ini.

“Publik masih menunggu deklarasi Prabowo Subianto sebagai calon Presiden RI Tahun 2019, dan secara pemetaan politik masyarakat masih terbelah antara pro Jokowi dengan pro Prabowo ingatan publik di tahun 2014 belum hilang, karena Prabowo selalu hadir disetiap momen-momen besar politik seperti Pilkada di berbagai daerah, yang akhirnya menjelma kembali di Pilkada DKI Jakarta 2017 antara pilihan Prabowo Anies Sandi dengan Pilihan Jokowi Ahok dan Djarot, maka wajar saja jika publik menantikan Prabowo Subianto kembali untuk bertarung dan mengalahkan Jokowi di 2019”, tutup Panji.


Berita Terkait

Leave a reply