Bantahan FSGI Soal UN Terlalu Sulit

Laporan:

Jakarta, Kabar3.com - Pengurus Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Mataram, Mensur mengatakan masih banyak terdapat di sekolah-sekolah tak adanya sinkronisasi antara kemampuan tenaga pengajar dengan standar nasional, termasuk kisi-kisi yang diberikan oleh guru dengan yang seperti yang sudah disosialisasikan kepada guru melalui Musyawarah Guru Mata Pelajarab (MGMP).

Dari pernyataan Mendikbud, ada beberapa poin penting yang ingin dikritisi oleh FSGI yang Pertama, sebagaimana yang kita pahami dalam konteks teori pendidikan, tingkatan keterampilan berpikir atau cognitive skills yang merupakan domain pengetahuan tersebut ada 6 tingkatan/jenjang, kemudian dikenal dengan Taksonomi Bloom (Benyamin S. Bloom) yang direvisi oleh Lorin Anderson (2001).

Selian itu, Untuk memudahkan mengingatnya, dalam tataran praktis pendidikan dikenal kemudian istilah C-1 (Mengingat), C-2 (Memahami), C-3 (Menerapkan), C-4 (Menganalisis), C-5 Menilai/Mengevaluasi dan C-6 (mencipta/Kreasi). Untuk keterampilan berpikir C-1 sampai dengan C-3 disebut keterampilan berpikir tingkat rendah sedangkan C-4 sampai C-6 disebut keterampilan berpikir tingkat tinggi.

"faktanya, kondisi saat ini  para siswa kita masih berpikir di level tingkat rendah (Lower order thinking skill), sebagaimana ditunjukkan dalam berbagai assessment  internasional, seperti PISA dan TIMSS,” ujarnya pada awak media melalui keterangan tertulisnya, Senin (16/4/2018).

Kedua, Keterampilan berpikir HOTS tersebut mestinya bukan dititik beratkan (fokus) di akhir pembelajaran siswa/di soal ujian (ketika UNBK), melainkan bahwa berpikir tingkat tinggi (Higher order thinking skill) itu lebih ditunjukkan ke dalam proses pembelajaran selama 3 tahun itu.

Berita Terkait

Leave a reply