Terkait Kebocoran Minyak, Tjatur Sapto Edy Miris Melihat Penanganan Migas Kita

Laporan:

Jakarta, Kabar3.com - Tjatur Sapto Edy yang merupakan Anggota Komisi VII DPR RI, menyayangkan teknologi pemantau realtime pipa PT Pertamina (Persero). Pasalnya, insiden kebocoran minyak mentah tersebut tidak dapat terdeteksi dengan cepat hingga penyebaran terlanjur jauh.

“Kalau ada pipa patah yang menjamin berlangsungnya pasokan 200 ribu barel/hari harus bisa dipantau degan GPS, sederhana aja itu. Jadi harus tahu, masa gaada itu,” tegas Tjatur di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (16/4/2018).

Politisi Partai Amanat Nasional tersebut juga heran dengan pemaparan tumpahan minyak mentah mencapai 45 ribu barel. Padahal, menurut perhitungan Tjatur dengan hitungan sederhana maka hasilnya sekitar 84 ribu barel.

“Kalau tadi saya konfirmasi, itu kejadian patahnya jam 22.05. Kalau jam segitu, jam 7 ditutup, itu kecepatan fluida 2 meter perdetik dikali 20 inch kali 9 jam, saya hitung itu 84 ribu barel. Sederhana,” terang Tjatur.

“Ini mana yang bener, kalo 40 ribu itu jam 3, inikan sedeharna. Saya agak miris kalau penanganan migas kita begini ya,” sesalnya.

Berita Terkait

Leave a reply