Menkeu Imbau Jangan Politisasi Utang Negara

Jakarta, Kabar3.com - Jelang kontestasi Pilpres 2019, berbagai isu kerap diluncurkan. Salah satu yang terhangat adalah terus bertambahnya utang negara.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap, aktivitas panarikan utang tidak dijadikan alat untuk menyerang salah satu kubu dalam berpolitik. Walau memang, pemerintah menarik utang untuk menambal defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, ia menjamin bahwa pengelolaannya dilakukan secara profesional.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa Kemenkeu sudah mengkalkulasi kemampuan membayar kembali utang-utang tersebut dan melakukan diversifikasi atas jatuh tempo masing-masing portofolio utang. Hal tersebut dimaksudkan agar APBN tak begitu terbebani dengan kewajiban membayar utang dengan jumlah besar di waktu bersamaan.

"Kami juga lihat komposisi dari suku bunga, apakah ada yang tetap atau bergerak. Ini dilakukan agar pengelolaan utang Indonesia tidak dijadikan komoditas politik, tapi pengelolaan yang sifatnya profesional sesuai azas pengelolaan keuangan dunia," kata Sri Mulyani melalui keterangan tertulisnya, Selasa (24/4/2018).

Sementara itu Menko Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, lonjakan utang pemerintah yang pada posisi akhir mencapai kisaran Rp 4.000 triliun digunakan untuk kegiatan produktif. Nilai uutang yang besar tersebut, kata Darmin, tidak serta-merta digunakan untuk hal-hal sifatnya tifak jelas.

Berita Terkait

Leave a reply