Haris Rusly Dukung DPR RI Gunakan Hak Konstitusionalnya untuk Bentuk Pansus TKA

Laporan:

Jakarta, Kabar3.com - Pasar bebas dan revolusi teknologi informasi telah menciptakan situasi borderless (tanpa batas) atau deteritorialisasi. Situasi tersebut telah menghadapkan berbagai negara di dunia pada sejumlah ancaman baru.

Eksponen Gerakan Mahasiswa 1998 Haris Rusly menegaskan, bahwa ancaman transnasional yang menumpang kepada situasi runtuhnya batas negara dan lemahnya pengawasan imigrasi tersebut diantaranya, kejahatan subversi ideologi, penyusupan intelijen asing, kejahatan terorisme, kejahatan narkotika, moneylaundry, perdagangan manusia serta penyelundupan, dan lain-lain.

"Sesungguhnya keserakahan kapitalisme telah menyebabkan pertumbuhan ekonomi dunia yang tidak merata, menciptakan peperangan dan konflik politik di berbagai belahan dunia. Akibatnya munculnya masalah baru sebagai residu dari penindasan dan ketidakadilan global tersebut, salah satunya berupa membanjirnya imigrasi ke sejumlah negara," papar Rusly melalui keterangan tertulisnya, Selasa (24/4/2018).

Haris menilai Ancaman imigrasi telah menempatkan isu ini menjadi masalah utama yang meminta perhatian hampir seluruh negara dunia saat ini. bergandengan dengan masalah terorisme.

Dirinya mengambil contoh seperti kebijakan Presiden Amerika Serikat Donnald Trump yang secara ekstrim menyampaikan gagasannya untuk membangun tembok raksasa di perbatasan untuk membendung banjir imigrasi gelap yang datang dari jalur Mexico.

Berita Terkait

Leave a reply