Perpres TKA Dinilai Lindungi Tenaga Kerja Indonesia, Fadli Zon: Omong Kosong!

Laporan:

Jakarta, Kabar3.com - Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon membantah pernyataan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko yang menyatakan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Tenaga Kerja Asing (TKA) justru melindungi Tenaga Kerja Indonesia.

“Klaim bahwa Perpres No. 20/2018 ini disusun untuk melindungi tenaga profesional kita, menurut saya omong kosong. Coba baca Pasal 6 ayat 1, di mana diatur bahwa seorang tenaga kerja asing boleh menduduki jabatan yang sama di beberapa perusahaan. Ketentuan semacam ini kan berpotensi menutup kesempatan tenaga profesional kita. Lalu di mana perlindungannya?” ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Rabu (2/5/2018).

Menurut Fadli, Perpres tersebut mengabaikan kewajiban sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia. Sesuai dengan Pasal 18 UU No. 13/2003, dan PP No. 23/2004 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang merupakan turunannya.

Setiap tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia dinilai harus memiliki sertifikasi kompetensi yang diakui oleh BNSP. Namun, jika proses perizinan harus keluar dalam dua hari, apa mungkin verifikasi bisa dilakukan.

“Makanya jangan heran jika kemudian ada tenaga kerja asing asal Cina yang dalam RPTKA-nya disebut sebagai insinyur, tapi dalam kenyataannya ternyata hanyalah seorang juru masak. Kasus semacam ini sudah banyak ditemukan. Selain karena lemahnya pengawasan, kasus-kasus semacam itu bisa terjadi karena ada malpraktik dalam kebijakan perburuhan,” paparnya.

Berita Terkait

Leave a reply