Catatan Pedih Ketua DPR dari Surabaya: Teroris Libatkan Anak-Anak Tak Berdosa

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Mahfud yang mendampingi kami di Rumah Sakit Bhayangkara itu menjelaskan bahwa awalnya, dua motor memasuki gerbang kantor. Motor pertama dinaiki dua lelaki. Pada motor kedua, seorang lelaki, seorang perempuan dewasa, dan anak perempuan tadi. Karena masuk jalur mobil (bukan jalur masuk motor), maka dua motor itu dihadang beberapa petugas. Namun tiba-tiba bom yang diikat dipinggang sang Bapak dan ibu itu meledak. Empat pengandara motor terduga teroris dinyatakan tewas, hanya anak perempuan tadi, berinisial AIS yang selamat. Mereka ternyata satu keluarga, suami, istri, dan tiga anaknya. Astafirullah.

Sehari sebelumnya pelaku peledakan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya juga dilakukan oleh satu keluarga yang menewaskan 18 orang. Suami, istri, dua anak lelaki, dan dua anak perempuan di bawah umur. Semuanya tewas. Sebenarnya Kami tidak ada rencana datang ke Surabaya karena kami melihat Presiden Jokowi, Kapolri, Panglima TNI dan Kepala BIN sudah datang ke lokasi kejadian. 

Namun, begitu kami mendengar ada bom lagi diledakan pada Senin paginya, kamipun memutuskan harus segera terbang siang itu juga ke Surabaya untuk melihat langsung apa yang sesungguhnya terjadi disana. 

Ketua DPD RI Osman Sapta Odang telepon mengabarkan bahwa dirinya bersama Komjen Pol (Purn) Gores Mere dan Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Golose serta Kapolri Jend Pol Tito Karnavian telah berada di lokasi dan menunggu kedatangan kami.

Kamipun tanpa persiapan macam-macam, bersama sejumlah anggota Komisi I dan III DPR RI akhirnya bertolak ke Surabaya.

Leave a reply