Komisi VIII DPR: Cabut Daftar 200 Mubaligh Versi Menag!

Oleh:

“Dengan cara seperti ini maka tidak akan ada pihak yang merasa dirangkul dan yang lain dipukul, atau yang satu diistimewakan dan yang lain disingkirkan, karena semuanya dilibatkan untuk membangun kesadaran bersama bahwa persatuan bangsa itu sangat penting,” tegasnya.

Dirinya yang juga merupakan Anggota Fraksi Partai Golkar DPR/MPR RI ini menambahkan, bahwa Pemerintah khususnya Kemenag juga bisa bekerjasama dengan pesantren-pesantren di Indonesia ini, banyak sekali pesantren yang melahirkan mubaligh dan menyampaikan ceramah di tengah masyarakat.

“Intinya pembinaan itu harus dilakukan secara menyeluruh, tidak parsial atau partisan karena hal itu potensial menimbulkan perpecahan di antara umat Islam,” pungkas Anggota DPR dari Dapil Jawa Barat III tersebut.






Berita Terkait

Leave a reply