Fadli Zon: Mas Dawam Adalah Pendekar Ekonomi Konstitusi

Laporan:

Jakarta, Kabar3.com - Berita duka, telah berpulangnya ekonom senior Dawam Rahardjo membawa kesedihan tersendiri bagi Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.

Menurutnya, Indonesia telah kehilangan salah satu putera terbaiknya. Dawam bukan hanya pemikir besar dalam bidang ekonomi, tapi juga pemikiran sosial, keagamaan, dan gerakan kemasyarakatan.

“Saya sangat merasa kehilangan. Mas Dawam adalah pemikir ekonomi kerakyatan. Bersama almarhum Mubyarto dan Prof Sri Edi Swasono, mereka merupakan intelektual pejuang yang telah mempertahankan eksistensi Pasal 33 UUD 1945 dari serangan para ekonom Neoliberal pada proses amandemen konstitusi dulu,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta. Kamis (31/5/2018)

“Para ekonom Neolib yang permisif terhadap kepentingan asing ingin menggusur pasal keramat tersebut. Namun Mas Dawam dan beberapa ekonom nasionalis dengan gigih berusaha mempertahankannya. Meski kemudian Mas Dawam dan Prof Mubyarto mundur dari Tim Ahli Panitia Ad Hoc amandemen Pasal 33, pandangan keduanya berhasil meyakinkan publik mengenai bahaya amandemen pasal penting tersebut,” tegasnya

Dalam hal ini, Terbukti, sesudah Reformasi telah puluhan undang-undang yang akhirnya dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi karena dianggap bertentangan dengan Pasal 33. Mulai dari UU Ketenagalistrikan, UU Sumber Daya Air, UU Migas, hingga UU Koperasi. Bisa kita bayangkan, bagaimana rusaknya negara kita hari ini jika Pasal 33 dulu berhasil digusur? Karena jasa Mas Dawam dan kawan-kawan itulah kita masih bisa agak membendung arus liberalisasi.

Leave a reply