Bambang Haryo: Bandara Blimbingsari Belum Siap Jadi Bandara Penyangga Konferensi IMF

Laporan:

Banyuwangi, Kabar3.com - Anggota Komisi V DPR RI, Bambang Haryo Soekartono  menilai Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur belum layak dijadikan sebagai penyangga bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar dan Bandara International Lombok pada konferensi IMF di Bali nanti.

“Begitu saya cek, Bandara Banyuwangi tidak atau belum layak digunakan sebagai Bandara penyangga pada saat konferensi IMF, karena mempunyai kekuatan Pavement Classification Number (PCN) hanya 37, sehingga pesawat jet neurobody berbadan kecil yang mempunyai ACN diatas kurang lebih 45 masih belum bisa mendarat di runway tersebut, dan bahkan pesawat bombardier atau CRJ kesulitan untuk terbang dari bandara tersebut dengan muatan penuh, hanya bisa memuat 81 dari 90 karena panjang landasan yang direkomendasi oleh Kemenhub baru 1850,” terang Legislator asal Jawa Timur ini dalam Kunjungan Kerjanya (Kunker), Jumat (1/6/2018).

Padahal, lanjut Politisi Gerindra tersebut, pesawat yang digunakan sebagai angkutan delegasi IMF memiliki badan yang lebar, sehingga dibutuhkan lahan parkir yang sesuai. Walaupun sudah ada langkah penambahan parking stand, namun masih memiliki PCN yang kurang memadai.

“Sedangkan apron yang tersedia sebagai tempat parkir pesawat hanya bisa menampung 3 parking stand yang saat ini baru akan dilakukan pengembangan untuk menambah menjadi 9 parking stand,” kata Bambang.

Disamping itu, terminal dari bandara hanya mempunyai kapasitas rata-rata 500.000 setahun atau sekitar 1.500 per hari dan mempunyai kursi yang tidak lebih dari 250, sehingga untuk menjadi Kategori Bandara penyangga kegiatan IMF akan sangat sulit apabila tidak dilakukan peningkatan peningkatan kapasitas terminal, apron dan runway-nya. 

Berita Terkait

Leave a reply