Fahri Hamzah: Kebebasan Lahirkan Inovasi di Tengah Masyarakat

Laporan:

“Maka setiap pertemuan itu mengatur komunikasi dan percakapan kita yang sedang berkembang. Itu lah manfaatnya pertemuan-pertemuan, dan kita bersyukur bahwa sekarang kita berada dalam nuansa kebebasan, dimana orang berkumpul itu gampang dan tak perlu dilarang-larang,” papar Fahri.

Kalau dulu (era Orde Baru), lanjut Anggota DPR dari Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, orang berkumpul saja dicurigai dan bisa dilapor ke aparat kalau salah. Tapi sekarang, menstruktur percakapan publik itu jadi enak karena ada kebebasan dalam bertemu, ada kebebasan di sosial media dan sebagainya.

“Ini harus disyukuri. Jangan ada keinginan bagi kita, pemerintah utamanya, mengkhawatirkan percakapan-percakapan, pertemuan, komunikasi itu seolah-olah sesuatu yang berbahaya. Nggak, itu buka aja,” ungkapnya.

Yang namanya publik itu, menurut Fahri ada pro dan kontra, ada yang setuju nanti ada yang nggak setuju, ada yang radikal, ada yang moderat, ada yang ekstrim ke kiri dan ada juga ekstrim ke kanan.

“Biarkan saja. Karena itu bagian dari dinamikan dialektika, yang itu semua pada ujungnya membuat sehat masyarakat, membuat subur lah ide-ide karena satu bangsa itu bukan diselesaikan masalahnya oleh pemerintah. Satu bangsa itu diselesaikan oleh rakyat sendiri. Tugas pemerintah adalah memberikan kebebasan, sehingga nantinya rakyat itu mikirin bagaimana menyelesaikannya,” tandasnya.


Berita Terkait

Leave a reply