Bamsoet: Demokratisasi Harus Berpijak pada Akar Budaya Nasional

Laporan:

Jakarta, Kabar3.com - Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mengatakan, demokratisasi tidak boleh mengeliminasi semua akar budaya nasional, jangan juga menunggangi kebebasan berbicara, termasuk mengritik, untuk merusak rasionalitas publik.

Bamsoet, begitu sapaan akrabnya, menegaskan bahwa akar budaya nasional tentang kesantunan dan rasionalitas harus tetap tegak agar harmoni dalam hidup berbangsa dan bernegara yang sudah terwujud tidak rusak.

“Sangat penting bagi semua elemen masyarakat untuk saling mengingatkan lagi akan urgensi merawat perilaku ramah dan santun yang sejatinya adalah akar budaya nasional. Dari perilaku ramah dan santun yang melekat pada semua suku dan golongan itulah terbangun pondasi harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Bamsoet dalam rilisnya, Minggu (10/6/2018).

Politisi Partai Golkar itu menilai, keramahan dan semangat saling menghormati itulah yang mendorong masyarakat Indonesia mewujudkan rasa saling pengertian dalam menyelesaikan banyak persoalan atau musyawarah untuk mufakat.

“Jangan lupa bahwa sejak dahulu, komunitas internasional sudah menerima fakta tentang keramahan dan kesantunan sebagai ciri khas masyarakat Indonesia. Selain santun, masyarakat Indonesia juga dikenal sebagai komunitas yang agamis dan bersemangat gotong royong,” tuturnya.

Berita Terkait

Leave a reply