Pengamat: Elektabilitas Rendah Jadi Alasan Partai Tidak Jagokan Tokoh dari Luar Parpol

Oleh:

Jakarta, Kabar3.com - Para tokoh yang berada di luar partai, sulit maju menjadi Calon Presiden (Capres) maupun Calon Wakil Presiden (Cawapres). Elektabilitas menjadi pertimbangan parpol meminang Capres atau Cawapres dari luar partai. Hal ini disampaikan oleh Emrus Sihombing selaku Pakar Politik Universitas Pelita Harapan.

"Faktor elektabilitas menjadi penentu. Jika di atas 50 persen partai akan mendekati. Tapi jika elektabilitas di bawah, saya kira sangat logis partai tidak mendukung mereka. Partai kan ingin berkuasa, masa mendukung calon yang elektabilitasnya rendah," papar Emrus melalui keterangan persnya, Rabu (13/6/2018).

Hal ini, katanya, dapat dilihat dalam kasus mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Imam Besar FPI Habib Rizieq Shibab, maupun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang digadang-gadang menjadi Capres maupun Cawapres. Keempat tokoh tersebut, elektabilitasnya masih sangat rendah. Hal itu terbukti dari beberapa hasil survei, nama-nama tersebut masih jauh tertinggal dari Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.

"Partai sangat mengacu pada elektabilitas calon. Calon-calon yang rendah, masa iya dipaksakan. Sebetulnya yang lebih aman yang elektabilitas 70 persen. Jokowi sendiri belum aman karena belum sampe 50 persen. Banyak swing votter," lanjutnya.

Karenanya, Emrus melihat dari situasi politik saat ini tidak terhindarkan adanya tiga poros. Dia beralasan karena komunikasi politik yang terbangun antar partai belum mengkristal ke dua poros, poros satu atau dua. 

Berita Terkait

Leave a reply