Pengamat: Elektabilitas Rendah Jadi Alasan Partai Tidak Jagokan Tokoh dari Luar Parpol

Oleh:

Bahkan, lanjut Emrus, partai-partai yang saat ini sudah menunjukkan indikasi berada di posisi dua poros itu tidak ada jaminan mereka akan tetap berada di poros itu. Kondisinya masih sangat cair. 

"Sangat cair. Karena apa? Prinsip dasarnya adalah mereka akan mau menyatu ke salah kalau kepentingan politik mereka terakomodasi. Sepanjang kepentingan politik mereka belum terakomodasi saya pikir mereka akan membuat poros baru," ungkapnya.

Menurutnya, dalam Pilpres 2019 sebenarnya tidak pas dipakai istilah koalisi. Kata dia, lebih pas dipakai istilah kerja sama politik. Pasalnya koalisi terjadi atas dasar ideologi dan sudah dibangun sejak lama, misalnya lima tahun lalu atau bahkan 10 tahun lalu.

"Tetapi membentuk poros sangat dinamis dan bisa last minute. Karena itulah sangat pragmatis, lebih cocok sebagai kerja sama politik," tambahnya.

"Terkait dengan itu, tampaknya tiga poros akan terjadi. Poros baru ini cenderung akan dinakhodai oleh Partai Demokrat, baru kemudian besar kemungkinan merapat PAN. Karena PAN rekan lama Demokrat, saat Hatta menjadi Ketum. Dan kemudian ada relasi kekeluargaan antara PAN dan Demokrat," tandasnya.


Berita Terkait

Leave a reply