Hebat, Sejak Kuliah Kurtubi Sudah Bekerja di Pertamina

Laporan:

"Sebenarnya saya juga diterima di Universitas Arizona dan juga di Universitas Pennsylvania pada tahun 1992 awal dan 1991 akhir. Tapi karena Pertamina yang memberikan beasiswa ini, dan merupakan perusahaan tambang minyak nasional, saya memilih Colorado School of Mines yang merupakan sekolah khusus di bidang pertambangan," ungkapnya saat berbincang dengan Kabar3.com di kantornya, Kompleks Parlemen, Jakarta.

Di universitas tersebut, Kurtubi memilih jurusan Mineral Economics. Tak berhenti sampai di situ, bahkan kegemilangannya berlanjut hingga ia mendapatkan beasiswa S3 ke Perancis, tepatnya di Institute Francais Du Petrole pada tahun 1994 hingga 1995.

"Ada pertukaran mahasiswa, ada enam sampai 10 mahasiswa, dari Colorado School of Mines, belajar di Paris," kata Kurtubi.

Saat itu, Kurtubi merupakan satu-satunya mahasiswa asal Indonesia dan bersaing dengan para pelajar dari berbagai negara. Namun hal tersebut tak membuatnya ciut. Ia mengaku mendapat pengalaman berharga di Paris. Setelah itu ia melanjutkan jenjang pendidikan doktor dengan pendalaman Ekonomi Energi di Colorado hingga tahun 1998.

Saat kembali ke Tanah Air tahun 1998, Indonesia sedang diterpa krisis moneter. Pertamina merupakan salah satu perusahaan yang paling banyak disorot. "Sehingga pimpinan Pertamina banyak meminta pendapat dari saya tentang konsep rancangan undang-undang migas yang pada waktu itu diintrodusir di Indonesia sebagai bagian dari pinjaman uang Indonesia ke IMF karena krisis moneter," sambungnya.

Leave a reply