Nilai Tukar Rupiah Makin Lemah, Gerindra: Dampak Dari Akrobat Politik Jokowi

Jakarta, Kabar3.com - Menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Jokowi terus melakukan manuver politik untuk mendapatkan dukungan partai politik. Terakhir ia menghembuskan ‘angin surga’ kepada Tuan Guru Bajang (TGB) atau Tuan Guru Zainul Majdi yang kader Partai Demokrat itu untuk menjadi Cawapresnya (Calon Wakil Presiden). Sebelumnya Jokowi sudah mengantongi dukungan 8 partai politik (PDI Perjuangan, Golkar, Nasdem, PPP, Hanura, PSI, PKPI, dan Perindo).

Sementara kondisi perekonomian Indonesia tak kunjung membaik ditandai dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar masih berada pada level Rp 14 ribuan bahkan dikhawatirkan akan tembus angka Rp 15.000.

Menanggapi itu, Juru Bicara Tim Pemenangan Partai Gerindra Anggawira mengatakan akrobat politik yang dilakukan Jokowi itu melupakan upaya perbaikan ekonomi sehingga nilai tukar rupiah terhadap dolar terus melemah.

“Jokowi sudah lupa tugasnya untuk memperbaiki ekonomi di sisa masa jabatannya. Karena itu, nilai tukar rupiah masih tetap terpuruk. Jokowi sibuk berakrobat politik, hembuskan ‘angin surga’ ke semua partai guna mencari dukungan partai politik dalam menghadapi Pilpres 2019,” kata Anggawira,

Jokowi, lanjut Anggawira, lebih takut kehilangan jabatannya daripada menyembuhkan penderitaan rakyat. Rakyat hanya dibuai dengan pencitraan seakan Jokowi merakyat.

Berita Terkait

Leave a reply