Bamsoet: Harus Ditolak jika Freeport Dijadikan Faktor dalam Perundingan Dagang RI-AS

Laporan:

Jakarta, Kabar3.com - Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mengatakan, untuk mencegah terjadinya perang dagang Indonesia dengan Amerika Serikat (AS), kedua negara perlu berunding. Hasil perundingan dagang RI-AS tentu saja harus dilandasi prinsip saling menguntungkan.

Pria yang akrab disapa Bamsoet itu mengingatkan, bahwa kepentingan nasional Indonesia tidak boleh dikorbankan. Tim perunding RI harus menolak jika AS menjadikan faktor Freeport untuk menekan Indonesia.

“Pimpinan DPR perlu mengingatkan hal ini, karena AS mengultimatum ancaman perang dagang dengan Indonesia ketika proses negosiasi divestasi saham Freeport Indonesia (FI) sudah mendekati tahap final, atau saat pemerintah RI sudah berhasil memenangkan negosiasi dengan Freeport McMoran selaku Induk FI,” ujar Bamsoet dalam keterangan resminya, Senin (16/7/2018).

Menurut politisi Partai Golkar itu, tidak mudah memenangkan negosiasi tersebut, karena Freeport McMoran selalu bersikeras mempertahankan posisi mayoritas pemilikannya di FI. Butuh waktu tiga setengah tahun untuk memenangkan negosiasi ini, bahkan diwarnai dengan beberapa tekanan dari AS.

“Dalam proses negosiasi itu, Indonesia bahkan sempat ditakut-takuti, saat manajemen Freeport mengungkap bahwa salah satu pemegang saham Freeport McMoran, yakni  Carl Icahn, adalah staf khusus Presiden AS Donald Trump,” ungkap Bamsoet.

Berita Terkait

Leave a reply