Harga Telur Ayam Melonjak Drastis, Ibu Rumah Tangga Rela Antri Membli Telur Pecah

Laporan:

Jakarta, Kabar3.com, - Harga Telur Ayam Melonjak Drastis, Ibu Rumah Tangga Rela Antri Membli Telur Pecah
Menyusul kenaikan dan melonjaknya harga telur ayam yang disebabkan oleh adanya permasalahan pada sisi produksi mupun penyediaan, Pada kenaikan harga telur yang berimbas naiknya konsumsi telur serta mendorong naiknya permintaan terhadap konsumsi barang pangan membuat sejumlah pihak mempertanyakan naiknya harga telur disejumlah daerah di Indonesia.


Melonjaknya harga telur ayam saat ini sangat luar biasa dan begitu terasa dimasyarakat. Semakin miris ketika melihat banyak ibu ibu rumah tangga yang harus mengantri dan berdesakan hanya untuk membeli telur retak atau pecah. Harus ada langkah langkah yang cepat tepat dan terukur dalam mengatasi lonjakan harga ini, dimasyarakat telur menjadi lauk utama karena harganya yang relative terjangkau. Ujar Bang Dailami panggilan akrab Prof.Dr.H.Dailami Firdaus anggota Komite II DPD RI asal Provinsi DKI Jakarta.


Bila mendengar dan membaca pernyataan pernyataan baik dari Mendag maupun instansi terkait perihal lonjakan harga ini, saya seperti membaca gelagat meremehkan atau asal bunyi saja, disalah satu media saya membaca bila lonjakan harga telur karena gelaran piala dunia. Pernyataan pernyataan seperti itu menurut saya jelas jelas memperlihatkan bila masalah utamanya justru ada diinternal kemendag. 


Baik kemendag dan kementan harus duduk Bersama dan mengeluarkan data yang valid serta utuh, untuk dapat menyelesaikan lonjakan harga telur tersebut. Data tersebut jangan hanya sebagai data pelindung diinstansi asing masing, namun benar benar data yang dapat dipertanggung jawabkan. 
Karena kita semua sudah sering dipertontonkan dengan perbedaan data antara ke dua instansi tersebut yang akhirnya melahirkan sebuah kebijakan yang tidak solutif dan tidak pro rakyat. Papar Bang Dailami yang mendapatkan gelar Profesor di Jiaying University yang berada di china.


Dengan kondisi saat ini mesyarakat sangatlah butuh kehadiran pemerintah, tentunya melalui kebijakan kebijakan yang pro rakyat. Bila memang ada permainan kartel dipasar hingga terjadi lonjakan harga, maka pemerintah harus mengambil tindakan tegas. Satgas pangan dan  Komisi Pengawas Persaingan Usaha ( KPPU ) harus turun tangan. Permasalahan harga pangan memang harus dilihat secara kompeherensif dan utuh agar dapat diselesaikan dan tidak terulang, pembenahan dari hulu hilir harus menjadi point utama dalam penyelesaian lonjakan lonjakan harga pangan. Tutup Bang Dailami, Putra dari Alm. Prof. Hj. Tuty Alawiyah juga cucu dari ulama kharismatik Betawi KH. Abdullah Syafi’ïe.


Berita Terkait

Leave a reply