Ketua DPR RI Ajak Seluruh Pihak Tinggalkan Politik Identitas

Jakarta, Kabar3.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dalam Pidato Pengantar Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI dalam acara mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia di HUT RI ke-73 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, mengajak seluruh pihak untuk meninggalkan politik identitas yang dapat menyulut permusuhan serta mengancam persatuan dan keutuhan bangsa.

“Kita tidak boleh membiarkan berkembangnya politik identitas yang dapat menyulut permusuhan serta mengancam persatuan dan keutuhan bangsa. Bayangkan, karena berbeda haluan politik, tokoh agama acap kali dihujat. Petinggi partai politik dicaci-maki. Presiden dan lembaga-lembaga negara sebagai simbol kedaulatan negara dilecehkan,” kata Bamsoet, sapaan akrabnya, di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Pada kesempatan itu, Bamsoet juga mengatakan, pondasi berbangsa digoyang dengan isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA). Ditambah lewat strategi politisasi agama yang berakibat menguatnya politik identitas. Akibatnya, kebhinekaan dalam bahaya.

“Semua orang cenderung menyatakan diri merasa paling benar. Kerukunan umat beragama justru dianggap tabu. Akal sehat dianggap nista. Karena itu, sudah saatnya, kita harus berani mengatakan secara tegas: SELAMAT TINGGAL, POLITIK IDENTITAS,” tegas politisi Partai Golkar itu.

Oleh karena itu, Bamsoet mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kembali sendi-sendi politik kebangsaan, yang memberi ruang dan penghormatan terhadap kebhinekaan. Yang menyuburkan kedamaian dan kebersamaan. “Sehingga semua warga bangsa merasa  nyaman, hidup rukun dan bahagia dalam rumah besar Pancasila,” pungkasnya.

Berita Terkait

Leave a reply