Gerindra Minta Pelaku Penganiaya PRT Magfiroh Harus di Hukum Berat!

Jakarta, Kabar3.com - Anggota Komisi VIII DPR RI Rahayu Saraswasti Djojohadikusumo menilai kepolisian dapat mengunakan UU 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) kepada majikan yang menganiaya dengan kejam pembantunya, Magfiroh (28).

"Ayah korban mengaku kalau korban kabur dari rumah pelaku karena selama bekerja  mendapat perlakukan dan perkataan kasar dari kedua majikannya. Pengakuan ini bisa menjadi pintu masuk polisi menjerat pelaku dengan UU PKDRT," ujar politisi yang dipanggil Sara, 22 Agustus 2018.

Sara menekankan kasus Magfiroh menunjukan penganiayaan terhadap tenaga kerja informal masih sering terjadi di Indonesia.

Untuk itu, seluruh elemen pemerintah harus memberikan perlindungan kepada pembantu rumah tangga (PRT) bukan hanya di luar negeri, tapi juga dalam negeri.

Sara menilai penjatuhan hukuman kepada pelaku kekerasan PRT dapat menunjukkan bahwa negara tidak menolerir aksi-aksi yang tidak menghormati hak asasi manusia.

Berita Terkait

Leave a reply