Kampus Penjaga Pancasila Bukan Tempat Paham Radikal

Laporan:

Pekalongan, Kabar3.com, - Kampus di manapun adalah tempat bagi civitas akademika untuk mengembangkan diri, menimba ilmu, mempelajari berbagai pengetahuan dan sebagai penjaga bediri tegaknya NKRI dg mengimplementasikan butir2 Pancasila dalam kehidupan kampus,  tidak untuk berkembangnya paham radikal, karena radikalisme bertentangan dengan Pancasila dan Bhineka tunggal ika.

Belakangan sejumlah perguruan tinggi negeri disebut terpapar radikalisme, namun Anggota Komisi X DPR Marlinda Irwanti, meyakini semua kampus di Indonesia bukan tempat bagi tumbuh dan berkembangnya radikalisme.  Hal itu ditegaskannya dalam acara Sosialisasi Empat Pilar di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ( STIE) Muhamadyah Pekalongan dihadapan 200 mahasiswa baru, pada 23 juli 2018 lalu.

Marlinda melihat peristiwa terpaparnya sejumlah kampus negeri oleh radikalisme lebih disebabkan oleh dampak negatif dari media sosial.  “Penyebaran radikalisme melalui media sosial cukup efektif, karena media sosial mampu menjangkau ruang privat siapa saja yang menjadi penggunanya,” Ujarnya pada kabar3.com melalui pesan singkatnya.

Menurutnya di ruang privat itu lah pengguna media sosial yang bentengnya rapuh mudah terpengaruh.  Oleh karena itu menanggapi wacana pengawasan penggunaan media sosial agar tidak disusupi radikalisme, hal penting yang harus dilakukan adalah membangun benteng agar paham radikalisme tidak tumbuh dan berkembang.  

Ia pun menilai menyosialisaskan empat pilar di lingkungan kampus sebagai upaya membangun benteng guna menangkal radikalisme. Kampus harus menjadi wahana dalam mengimplementasikan butir2 Pancasila dan menjadi contoh teladan bagi anggota masyarakat

Berita Terkait

Leave a reply