Pertemuan WPFSD 2018 Berlangsung Dinamis

Oleh:

Bali, Kabar3.com - Suasana pertemuan The 2nd World Parliamentary Forum On Sustainable Development (WPFSD) 2018 berlangsung dinamis. Setiap delegasi telah menyampaikan pendapatnya tentang berbagai isu penting, seperti pembangunan kota yang memiliki ketahanan terhadap perubahan iklim, penggunaan energi yang bersih dan rendah karbon, industri yang ramah lingkungan, serta pembangunan masyarakat yang mengerti lingkungan hidup.

"Hari ini kita mendapat momentum bersama-sama untuk mendiskusikan dan merumuskan langkah-langkah yang perlu kita lakukan, untuk mencapai cita-cita masyarakat dunia dalam mewujudkan sumber-sumber energi yang dapat diperbaharui sebagai solusi dalam mengatasi laju pertumbuhan penduduk yang membawa risiko semakin meningkatkan konsumsi energi,” ucap Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dalam sambutannya pada acara jamuan makan malam bersama dengan para delegasi peserta WPFSD ke-2, di Bali, Rabu (12/9/2018) demikian seperti dilansir dari laman resmi dpr.go.id.

Bamsoet, sapaan akrab Ketua DPR RI itu menyampaikan, penggunaan sumber-sumber energi yang dapat diperbaharui menjadi tanggungjawab, baik bagi negara maju maupun negara-negara berkembang, dalam upaya perawatan dan pencegahan kerusakan dan pencemaran lingkungan yang semakin diperparah dengan terjadinya fenomena perubahan iklim.

Hal itu pula yang mendorong diselenggarakannya konferensi internasional untuk membuat pedoman pelaksanaan pembangunan ditingkat global, regional maupun nasional. Politisi Partai Golkar itu juga berharap, pertemuan WPFSD dapat dilaksanakan secara berkala, agar Anggota Parlemen dapat berkontribusi dalam pengembangan energi terbarukan, sebagai bagian dari pengembangan pembangunan berkelanjutan.

"Indonesia saat ini tengah berusaha memenuhi komitmennya untuk menurunkan emisi CO2 sampai 26 persen pada tahun 2020 mendatang. Penggunaan sumber energi yang ramah lingkungan dan manajemen pengelolaan energi di berbagai tingkatan, mulai dari sektor transportasi, industri, gedung-gedung, hingga rumah tangga sudah mulai dilakukan, walaupun belum seperti yang diharapkan,” terangnya.

Berita Terkait

Leave a reply