Komisi VII DPR RI : Indonesia Darurat Energi

Laporan:

Jakarta, Kabar3.com, - Anggota Komisi VII DPR RI, Kurtubi menyatakan bahwa Indonesia darurat energi dan Indonesia harus meningkatkan penggunaan EBT (Energi Baru dan Terbarukan) dan harus segera membuat road map dan merencanakan secara nyata dan serius untuk  membangun PLTN.

Menurutnya sebagian besar listrik nasional berasal dari sumber energi fossil yang suatu saat pasti akan habis karena tidak bisa diperbaharui. Hal itu disampaikannya pada menghadiri sebagai salah satu narasumber acara bedah buku yang ditulis oleh Dr Unggul Priyanto sebagai Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

"Saya sebagai Ketua Kaukus Nuklir Parlemen sangat menghargai buku yang ditulis oleh Kepala BPPT karena dengan jujur memaparkan kondisi dan fakta sumber - sumber energi kita, termasuk kelemahan enrgi fossil seperti batubara dan migas yang banyak menghasilkan pollutant debu, CO2, NOx. Demikian juga energi surya angin dan hidro yang tidak bisa menjadi baseload karena tidak bisa menghasilkan listrik stabil 24 jam,"ujarnya pada kabar3.com melalui pesan singkatnya. Rabu (26/09/18).

Selain itu ia juga menerangkan bahwa sektor industri membutuhkan listrik yang stabil selama 24 jam. Pada keyataanya Cadangan sumber - sumber energi fossil juga terbatas, sehingga kini kita juga mengimpor sumber - sumber energi dari luar.

Dalam buku yang berjudul Persepektif, Potensi dan Cadangan Energi Indonesia yang ditulis oleh Dr Unggul Priyanto, menerangkan bahwa Indonesia sudah menjadi Net Oil Importer sejak tahun 2003. Produksi minyak mentah hari ini 24 September 2015 sekitar 769.714 bbls/hari. Padahal kebutuhan BBM dalam negeri saat ini membutuhkan minyak mentah sekitar 1.600.000 bbls/hari. 

Berita Terkait

Leave a reply