Kampus Islam Bukan Tempat Paham Radikal

Laporan:

Jakarta, Kabar3.com, - Dalam konteks Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin rahmat bagi semua Umat, perluu diamalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kampus di manapun adalah tempat bagi civitas akademika untuk mengembangkan diri, menimba ilmu, mempelajari berbagai pengetahuan tapi tidak untuk paham radikal, karena radikalisme bertentangan dengan Pancasila dan Bhineka tunggal ika.

Belakangan sejumlah perguruan tinggi Islam dan Negeri disebut terpapar radikalisme, namun Anggota Komisi X DPR RI,  Marlinda Irwanti, meyakini semua kampus di Indonesia bukan tempat bagi tumbuh dan berkembangnya radikalisme.  Hal itu ditegaskan Marlinda dalam acara Sosialisasi Empat Pilar di institut Agama Islam Negeri ( IAIN) pada 11 september 2018 lalu.

"Saya melihat peristiwa terpaparnya sejumlah kampus negeri oleh radikalisme lebih disebabkan oleh dampak negatif dari media sosial.  Penyebaran radikalisme melalui media sosial cukup efektif, karena media sosial mampu menjangkau ruang privat siapa saja yang menjadi penggunanya,” Ujarnya pada kabar3.com

Menurutnya di ruang privat itu lah pengguna media sosial yang bentengnya rapuh mudah terpengaruh.  Oleh karena itu menanggapi wacana pengawasan penggunaan media sosial agar tidak disusupi radikalisme, hal penting yang harus dilakukan adalah membangun benteng agar paham radikalisme tidak tumbuh dan berkembang.  Ia pun menilai menyosialisaskan empat pilar di lingkungan kampus sebagai upaya membangun benteng guna menangkal radikalisme.

Sebelum acara berakhir yang ditandai dengan deklarasi bersama civitas akademik di Institut Agama Islam Negeri ( IAIN)  untuk menolak hadirnya radikalisme di Kampus, dalam kesempatan tersebut, Marlinda pun mengajak seluruh peserta sosialisasi empat pilar untuk bijak memanfaatkan media sosial. 

Berita Terkait

Leave a reply