Fadli Zon Mengunjungi Korban Gempa Lombok, Mendengar Aspirasi Warga dan Bantuan Pemerintah Masih Sekedar Janji

Oleh:

Lombok Utara, Kabar3.com, - Para korban gempa menyampaikan keluhan dan laporan tentang kondisi penanganan dampak gempa bumi yang belum optimal kepada Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. Fadli berkunjung ke posko Dusun Terengan Tanah Ampar dan Dusun Terengan Lauk, Desa Pemenang Timur, Kec. Pemenang, Kab. Lombok Utara (2/10/2018). Para korban gempa menyampaikan bantuan-bantuan pemerintah masih janji-janji belaka, atau PHP.

Kunjungan Fadli Zon ke posko bencana didampingi oleh Komeng, Rudi, Idan dan  Masol yang bernaung di Paski (Persatuan Artis Seniman Komedi Indonesia). Ikut rombongan adalah pengurus Ikatan Keluarga Minang (IKM) NTB. Fadli Zon yang juga sebagai pembina Paski berharap kehadirannya kali ini dapat memberikan semangat baru para pengungsi korban gempa di dusun Terentang Tanah Ampar Pemenang Timur Lombok Utara. "Peristiwa traumatik seperti bencana alam membuat para korban rentan terkena gangguan stres Pasca-Trauma. Maka, pemulihan trauma (trauma healing) pun menjadi penting," kata Fadli Zon. 

Selain memberikan trauma healing pada korban terdampak bencana, Fadli Zon juga berdialog dan menerima aspirasi di dua lokasi pengungsian posko Kec Pemenang, Lombok Utara terkait proses percepatan pemulihan pasca gempa. Ada tiga poin utama yang disampaikan warga diantaranya terkait rumah hunian sementara (huntara), pemberian dan pencairan dana Rp. 50 juta serta terkait jaminan hidup (jadup) Rp. 10.000,- per orang. 

Menerima aspirasi tersebut, Fadli Zon berjanji akan meneruskan ke pemerintah agar segera mempercepat bantuan rehabilitasi rumah warga yang rusak akibat gempa. Sebab, lebih dua bulan, pengungsi tidur dalam tenda-tenda darurat. Ketika hujan, tanah sekitar tenda becek. 

Masyarakat juga mengeluhkan rencana mekanisme penyaluran bantuan yang sangat memberatkan dengan birokrasi rumit. Pemberian dana 50 juta per KK belum juga bisa dicairkan. Baru 1.478 KK penerima dana bantuan rehabilitasi rumah di Kabupaten Lombok Utara dari jumlah rumah rusak berat sebanyak 28.052 unit. Tapi sampai hari ini dana itupun belum bisa dicairkan. Tak sesuai apa yang disampaikan Presiden ketika mengumumkan dana tersebut. Malah kini dana Rp 50 juta tersebut konon akan diarahkan melalui penyaluran kelompok dengan berbagai syarat baru. Soal jadup Rp. 10.000 per orang, mereka minta segera direalisasikan. Korban gempa kesulitan dapat pekerjaan dan pendapatan. Hidup mereka tergantung dari bantuan sementara ini.

Berita Terkait

Leave a reply