DPR RI: Disabilitas Bukan Untuk Memberi Stempel Negatif!

Jakarta, Kabar3.com -

Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Rahayu Saraswati menyayangkan penggunaan kata "buta" dan "budek" untuk mengambarkan ketidakmampuan masyarakat menangkap informasi.

Pengunaan dua kata tersebut dikhawatirkan dapat melukai perasaan penyandang disabilitas. "Sangat disayangkan narasi kiasan "tuli" dan "budek" untuk mendeskripsikan hal yang negatif. Patut diingat pengunaannya dapat menciderai rasa hormat kita kepada penyandang disabilitas," ujar anggota Komisi VIII tersebut dalam rilisnya kepada Kabar3.com

Politisi yang akrab dipanggil Sara  menghimbau semua pihak menghindari kata- kata kiasan yang menjurus ke disabilitas manusia.

Disabilitas tidak bisa menjadi tolak ukur kemampuan intelengensi seseorang dalam menangkap informasi.

Berita Terkait

Leave a reply